JAKARTA: Kasus penembakan tragis terjadi di Polres Solok Selatan, di mana Kabag Ops AKP Dadang Iskandar menembak mati Kasat Reskrim AKP Ulil Ryanto Anshari. Insiden ini diduga dipicu ketidaksenangan Dadang terhadap penangkapan pelaku tambang ilegal galian C yang dilakukan Ulil.
Penembakan dilakukan dengan pistol jenis HS: 260139 milik Dadang. Barang bukti berupa selongsong peluru ditemukan di dua lokasi, yaitu di ruangan Identifikasi Sat Reskrim dan rumah dinas Kapolres Solok Selatan. Di ruangan Sat Reskrim, ditemukan dua selongsong peluru, sementara di rumah dinas Kapolres ditemukan tujuh selongsong lainnya dari pistol yang sama.
Belum jelas apakah Dadang juga menembak di rumah Kapolres, karena peristiwa ini masih dalam penyelidikan. Namun, motif penembakan diindikasikan berkaitan dengan ketegangan atas penangkapan pelaku tambang ilegal.
Menurut informasi, peristiwa bermula saat Dadang menghubungi Ulil terkait penangkapan tersebut. Keduanya kemudian bertemu di ruangan pemeriksaan tersangka. Di tengah perdebatan, Dadang melepaskan tembakan ke arah Ulil.
Ulil terkena dua tembakan di kepala, tepatnya di pelipis kanan dan pipi kanan. Meski sempat dilarikan ke puskesmas dan Rumah Sakit Bhayangkara Kota Padang, nyawanya tidak tertolong.
Kasus ini menyoroti ketegangan internal di tubuh Polri yang berujung tragis. Penyidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap kronologi dan motif mendalam insiden ini.

