JAKARTA (Sketsa.co) — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia memberikan tanggapan terhadap kemungkinan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ganjar Pranowo.
Doli menyebut bahwa Partai Golkar telah memiliki rencana untuk RK, yaitu mengusulkan kembali sebagai calon gubernur di pilkada mendatang, antara DKI Jakarta dan Jawa Barat.
“Sejauh ini, dalam hal pilpres, tidak ada perubahan dalam rencana kami,” katanya di Jakarta, Senin (11/9).
Doli mengungkapkan bahwa dalam Musyawarah Nasional, Rapat Pimpinan Nasional, dan Rapat Kerja Nasional, Partai Golkar telah memutuskan untuk memberikan kewenangan mengenai capres dan cawapres kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto.
Sejauh ini Golkar masih mencantumkan RK dalam daftar calon dalam pilkada. Namun, segala keputusan akhir tergantung pada Airlangga. “Keputusan ini bergantung pada Pak Airlangga, dan kami telah memberikan mandat kepadanya untuk menentukan keputusan akhirnya.”
Airlangga Realistis
Ridwan Kamil selalu bicara tentang takdir apakah nantinya akan maju dalam pilpres atau tidak. Selebihnya, dia juga memastikan akan tunduk dan patuh dengan apa yang akan diputuskan oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang diberi mandat penuh oleh partai untuk menentukan langkah politik sehubungan penentuan capres-cawapres pada pilpres mendatang.
Politisi PDIP Aria Bima mengungkapkan bahwa nama RK yang masuk sebagai kandidat bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo pernah dibahas melalui tim kecil yang dibentuk Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto usai pertemuan keduanya pada akhir Juli 2023. Saat itu, Golkar masih melakukan penjajakan koalisi, belum bergabung mendukung Prabowo Subianto.
“Pak Ridwan ini kader Golkar, tapi itulah yang tentu menjadi pembicaraan saat ini bagaimana komunikasi antara partai pengusung dengan Golkar yang waktu itu sudah dimulai antara Mbak Puan dengan Pak Airlangga Hartarto yang arahnya juga tim kecil itu membicarakan Pak RK,” kata Aria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9).
Aria tak menampik bahwa salah satu pertimbangan RK masuk dalam kandidat pendamping Ganjar Pranowo adalah terkait dengan potensi untuk mendapatkan ceruk suara di Jabar, meski hal itu bukan merupakan satu-satunya faktor.
Baca juga: Bakal Cawapres Ganjar Mengerucut ke Ridwan Kamil dan Mahfud MD?
Saat ini Golkar telah bergabung dengan Gerindra dan PAN dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). Koalisi ini mengusung Prabowo Subianto sebagai capres dan masih menjajaki nama-nama untuk menjadi bakal cawapres. Airlangga menjadi salah satu nama yang punya kans menjadi cawapres pendamping Prabowo.
Namun, tampaknya peluang Airlangga tak cukup besar, karena ada nama Menteri BUMN Erick Thohir yang disebut-sebut memiliki kans lebih kuat untuk menjadi cawapres Prabowo mengingat elektabilitasnya yang tinggi. Pun, ada nama Gibran Rakabuming Raka, Walikota Solo, yang juga punya kans besar menjadi cawapres bila sebelum batas akhir pendaftaran di KPU, MK mengabulkan permohonan uji materi pasal batas usia minimal capres-cawapres di UU Pemilu menjadi 35 tahun dari sebelumnya 40 tahun.
Di titik itu, sangat mungkin Airlangga Hartarto akan bersikap realistis lalu merestui dan mendorong RK untuk menjadi cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024…

