JAKARTA (Sketsa.co): Di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM), Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menarik perhatian publik setelah terlihat menggunakan mobil listrik BYD Sealion 7, menggantikan kendaraan mewah Rolls-Royce yang biasa dia pakai.
Kenaikan harga minyak mentah global memang berdampak luas, termasuk di Thailand. Dalam beberapa waktu terakhir, harga BBM di negara tersebut melonjak signifikan hingga mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Pemerintah pun menghadapi tekanan berat, sehingga harus membatasi subsidi energi.
Dilaporkan, harga BBM di Thailand naik sekitar 6 baht per liter atau setara Rp3.000-an. Kenaikan ini berkisar antara 14 hingga 22 persen untuk bensin, serta sekitar 18 persen untuk solar. Kondisi ini berpengaruh besar terhadap sektor transportasi, pertanian, hingga industri yang sangat bergantung pada bahan bakar minyak.
Tak heran, setelah kebijakan kenaikan harga diumumkan, antrean panjang langsung terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar. Masyarakat khawatir harga akan terus naik atau bahkan terjadi kelangkaan pasokan dalam waktu dekat.
Di tengah situasi tersebut, langkah Anutin beralih ke kendaraan listrik dinilai sebagai sinyal simbolis sekaligus praktis. Media lokal melaporkan bahwa ia terlihat menggunakan mobil listrik produksi China itu saat menuju gedung pemerintahan, berbeda dari kebiasaannya yang identik dengan kendaraan premium.
Pemerintah Thailand sendiri memastikan stok BBM nasional masih aman hingga sekitar 100 hari ke depan, dengan catatan situasi geopolitik global tetap stabil. Selain itu, pemerintah tetap mengalokasikan subsidi energi dalam jumlah terbatas untuk meredam dampak kenaikan harga.
Anutin juga menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba menimbun BBM atau memainkan harga secara ilegal, dengan ancaman sanksi berat bagi pelanggar.

