JAKARTA: Lebaran menjadi momen yang dinanti banyak orang, bukan hanya karena kebersamaan dan tradisi mudik, tetapi juga karena adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Di Indonesia, perusahaan wajib membayarkan THR kepada para pekerjanya sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016. Tak hanya pekerja swasta, pemerintah juga memberikan THR kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota TNI dan Polri.
Sebagai tambahan penghasilan tahunan, THR sering kali digunakan untuk berbagai kebutuhan hari raya, seperti membeli bingkisan, belanja bahan makanan, biaya perjalanan mudik, hingga memberi angpao bagi keluarga dan sanak saudara. Namun, tak jarang uang THR habis dalam sekejap karena pengelolaan yang kurang bijak.
Agar uang THR tidak cepat lenyap, perencana keuangan Andy Nugroho memberikan beberapa tips dalam mengelolanya.
1. Tetapkan Skala Prioritas
Menurut Andy, langkah pertama dalam mengelola THR adalah menetapkan skala prioritas untuk pengeluaran yang bersifat penting dan mendesak. Misalnya, bagi mereka yang mudik, biaya perjalanan harus menjadi prioritas utama karena sifatnya yang sudah terukur dan tidak bisa dihindari.
2. Batasi Pengeluaran untuk Kebutuhan Konsumtif
Pengeluaran seperti makanan khas Lebaran dan baju baru memang penting, tetapi tetap perlu dikendalikan. Andy menyarankan agar membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan hanya karena keinginan sesaat.
3. Kebutuhan Tersier di Urutan Terakhir
Jika masih ada sisa uang setelah kebutuhan primer terpenuhi, barulah bisa dialokasikan untuk kebutuhan tersier seperti rekreasi atau liburan. Dengan demikian, keseimbangan finansial tetap terjaga pasca Lebaran.
4. Sisihkan untuk Tabungan dan Investasi
Andy juga menekankan pentingnya menyisihkan sebagian uang THR untuk tabungan atau investasi. Minimal 10% dari THR bisa dialokasikan untuk keperluan ini agar ada dana cadangan di masa depan.
5. Lunasi Utang Terlebih Dahulu
Jika memiliki utang, Andy menyarankan untuk segera melunasinya sebelum mengalokasikan THR untuk keperluan lain. Dengan begitu, beban finansial ke depan bisa lebih ringan.
Selain itu, Andy mengingatkan agar tidak sampai berutang demi memenuhi kebutuhan Lebaran. Ia menyoroti kebiasaan sebagian orang yang rela mengambil utang demi terlihat lebih sukses di kampung halaman, misalnya dengan membeli mobil baru atau barang mewah lainnya. Menurutnya, tindakan ini lebih didorong oleh faktor psikologis dan emosional daripada kebutuhan nyata.
6. Perhitungkan Anggaran untuk Angpao
Memberi angpao kepada keluarga dan sanak saudara memang menjadi tradisi yang menyenangkan. Namun, Andy menyarankan agar tetap menyesuaikan jumlah angpao dengan kemampuan finansial. Hindari perasaan sungkan atau gengsi yang justru bisa membuat kondisi keuangan tidak stabil setelah Lebaran.
Dengan pengelolaan yang tepat, uang THR dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengganggu kondisi keuangan pasca-Lebaran. Jadi, mari bijak dalam mengalokasikan THR agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama!

