JAKARTA (Sketsa.co): Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Senin, 19 Januari 2026. Salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.
BMKG mengimbau masyarakat NTT untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak cuaca buruk, seperti banjir, tanah longsor, hingga gangguan aktivitas transportasi. Prakirawan BMKG, Selly Brilian, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan dinamika yang cukup kompleks dan berpotensi memicu cuaca signifikan di berbagai wilayah.
Menurut Selly, fenomena tersebut dipengaruhi oleh keberadaan satu siklon tropis aktif serta dua bibit siklon yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia. “Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur,” ujar Selly dalam keterangan resmi BMKG pada Minggu, (18/1 /2026).
Selain NTT, sejumlah daerah lain juga masuk dalam kategori waspada hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah tersebut mencakup Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, serta Sulawesi Selatan. Masyarakat di daerah-daerah tersebut diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini.
BMKG mencatat Siklon Tropis Nokaen saat ini berada di Samudra Pasifik timur Filipina, tepatnya di sebelah utara Sulawesi Utara. Dalam 72 jam ke depan, siklon ini diperkirakan tetap berada pada kategori 1 dengan kecepatan angin mencapai 40 knot dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah utara hingga timur laut. Meski demikian, dampak tidak langsung dari siklon tersebut masih berpengaruh terhadap kondisi cuaca nasional.
Siklon Tropis Nokaen memicu peningkatan kecepatan angin hingga 25 knot di wilayah Laut Filipina serta membentuk daerah konfluensi dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini diperkuat oleh keberadaan Bibit Siklon 96S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur serta Bibit Siklon 97S di perairan utara Australia, yang turut meningkatkan aktivitas atmosfer di sekitar Indonesia.
Dalam prakiraan cuaca kota besar, BMKG menyebut Yogyakarta dan Kupang berpotensi mengalami hujan disertai kilat atau petir. Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Semarang dan Surabaya, sementara Jakarta, Medan, Bandung, dan Makassar diprediksi diguyur hujan ringan. Adapun Banda Aceh dan Padang diperkirakan berada dalam kondisi berawan hingga berawan tebal.
BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau perkembangan cuaca melalui situs resmi bmkg.go.id serta akun media sosial @infobmkg guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

