JAKARTA: Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengumumkan bahwa 1,6 juta penerima bansos yang sebelumnya terkendala karena belum memiliki rekening bank, kini sudah berhasil difasilitasi melalui pembukaan rekening kolektif.
Angka tersebut merupakan bagian dari total 3,6 juta penerima bansos yang sempat mengalami gagal salur akibat belum memiliki rekening pribadi. Proses pembukaan rekening kolektif, atau yang sering disebut burekol, menjadi solusi sementara agar dana bansos bisa tetap disalurkan dengan tepat waktu dan sasaran.Menteri
“Perkembangan bansos, buka rekening kolektif yang pernah kami sampaikan itu kan sekitar 3,6 juta. Sudah selesai burekol, sekarang 1,6 juta,” kata Gus Ipul saat ditemui di kantornya, Selasa (29/7/2025).
Sementara itu, masih ada 2 juta penerima manfaat lainnya yang kini berada dalam antrean proses pembukaan rekening kolektif. Gus Ipul menjelaskan bahwa pembukaan rekening ini merupakan syarat utama sebelum bansos dapat dicairkan.
“Biasanya setelah buka rekening kolektifnya selesai, ditindaklanjuti dengan pembagian kartu. Setelah dibagi kartu, itulah kemudian kita salurkan,” ujarnya.
Menurutnya, setelah rekening aktif dan kartu diserahkan, barulah dana bantuan bisa langsung ditransfer ke rekening penerima. Namun, proses ini diakui tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena sangat bergantung pada kesiapan pihak perbankan, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Jadi sampai di situ, dan cukup lama juga ini Himbara. Kita sudah koordinasi, kita sudah minta percepatan,” imbuhnya.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya agar proses ini berjalan lebih cepat. Ia berharap dalam beberapa minggu ke depan, seluruh proses pembukaan rekening bagi 2 juta penerima yang tersisa bisa rampung.
“Mudah-mudahan yang tinggal 2 juta ini dalam beberapa minggu ke depan sudah selesai. Itu harapan kami,” tuturnya.
Penyelesaian kendala teknis seperti ini sangat penting, mengingat bansos merupakan instrumen utama pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Dengan langkah-langkah percepatan ini, diharapkan seluruh penerima bantuan bisa segera merasakan manfaat dari program sosial pemerintah. Di sisi lain, sistem penyaluran yang lebih tertib dan transparan juga menjadi harapan besar agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang tepat.

