JAKARTA: Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu, 23 November 2024. Penangkapan dilakukan bersama enam orang lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Saat ini, ketujuh orang yang terlibat sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh KPK.
Juru bicara KPK, Tessa Mahardika, mengonfirmasi kabar penangkapan ini. Menurutnya, OTT tersebut terkait dugaan suap dalam pengadaan barang dan jasa di Pemprov Bengkulu. Selain menangkap tujuh orang, KPK juga menyita sejumlah uang yang diduga hasil transaksi suap.
“Benar, KPK melakukan OTT di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ada sekitar tujuh orang yang diamankan. Sejumlah uang turut diamankan dan masih dihitung. Informasi lengkap akan disampaikan oleh lembaga pada sore atau malam nanti,” ujar Tessa kepada wartawan, Minggu (24/11/2024).
Profil Rohidin Mersyah
Rohidin Mersyah merupakan Gubernur Bengkulu periode 2021–2024 sekaligus calon gubernur (Cagub) petahana pada Pilkada Bengkulu 2024. Ia lahir pada 9 Januari 1970 di Gelumbang, Kota Manna, Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Rohidin juga dikenal sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bengkulu sejak 2017.
Sebelum terjun ke dunia politik, Rohidin aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat Ketua Senat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (1993–1994), Ketua Bidang Diklat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta (1994–1995), serta Ketua Umum Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Bengkulu Yogyakarta (1994–1995).
Rohidin mengawali karier profesionalnya sebagai Veterinary Advisor di PT Univetama Dinamika, Jakarta, pada 1996. Ia juga sempat menjabat sebagai Manajer Produksi dan Kesehatan Ternak di CV OVA, perusahaan peternakan ayam di Bengkulu, pada 1997.
Karier Rohidin di pemerintahan dimulai di Kabupaten Bengkulu Selatan. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Poskeswan (1998), Kepala Subbagian Program Kerja Bagian Pembangunan (2006), Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi Bappeda (2008), hingga Kepala Bidang Perencanaan Fisik dan Prasarana (2009).
Pada 2010, Rohidin memulai kiprahnya di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Bengkulu Selatan. Ia berhasil terpilih untuk periode 2010–2015. Karier politiknya terus menanjak, hingga ia dipercaya menjadi Wakil Gubernur Bengkulu pada 2016. Tak lama kemudian, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu pada 2017–2018.
Rohidin terpilih sebagai Gubernur Bengkulu pada periode 2018–2021 dan kembali memimpin untuk periode 2021–2024. Saat ini, ia sedang mencalonkan diri kembali sebagai gubernur pada Pilkada Bengkulu 2024.

