JAKARTA (Sketsa.co) — Kuaci, terkhusus yang berasal dari biji labu kuning atau waloh (Jawa), ternyata mengandung banyak nutrisi penting.
Konsumsi kuaci dalam jumlah sedikit sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan lemak baik, magnesium, dan seng dalam tubuh.
Kandungan lemak sehat yang tinggi dalam kuaci diyakini memiliki manfaat positif bagi kesehatan jantung, prostat, serta perlindungan terhadap risiko kanker.
Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memasukkan kuaci ke dalam menu diet Anda.
Kuaci memiliki nutrisi beragam, antara lain mengandung serat, karbohidrat, protein, lemak, vitamin K, fosfor, mangan, magnesium, zat besi, seng, dan tembaga. Selain itu, kuaci juga mengandung antioksidan, potasium, vitamin B2 (riboflavin), dan folat.
Selain itu, kuaci juga kaya antioksidan, yakni memiliki kandungan karoten dan vitamin E yang tinggi, sehingga menjadi sumber antioksidan yang baik.
Mengonsumsi kuaci ternyata dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker perut, payudara, paru-paru, prostat, dan usus.
Secara khusus, kuaci dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kesehatan prostat dan kandung kemih.
Baca juga: 5 Buah Mengandung Antioksidan Tinggi untuk Cegah Penyakit
Sementara kandungan magnesium dalam kuaci bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung, menjaga kepadatan tulang, serta mengatur kadar gula darah.
Kombinasi antioksidan, asam lemak, magnesium, dan seng dalam kuaci mendukung kesehatan jantung.
Bagi penderita diabetes, kuaci ternyata dapat membantu mengatur kadar gula darah, sehingga baik untuk pencegahan diabetes tipe 2.
Bagi pria, kuaci juga bermanfaat meningkatkan kualitas sperma. Kandungan seng yang tinggi dalam kuaci dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sperma.
Manfaat lain dari kuaci antara lain dapat meningkatkan kualitas tidur. Faktanya, kuaci mengandung triptofan, suatu jenis asam amino, yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.

