JAKARTA: Siapa yang setuju kalau hidup sekarang terasa semakin mahal? Harga makanan naik perlahan, ongkos transportasi bikin kantong kering, bahkan langganan digital seperti internet, Netflix, hingga Spotify ikut merangkak naik. Belum lagi godaan flash sale, promo besar-besaran, atau diskon tengah malam yang susah diabaikan. Di tengah kondisi ini, kemampuan mengelola keuangan menjadi keterampilan penting, dan menabung—meskipun sedikit—adalah kunci agar masa depan tetap aman.
Untuk kamu yang masih kuliah atau baru memulai karier, berikut lima cara realistis agar bisa menabung tanpa merasa hidupmu terkekang.
1. Kenali Arus Keuanganmu: Jangan Cuma “Tahu Masuk, Nggak Tahu Ke Mana”
Menabung dimulai dari memahami kondisi keuanganmu. Coba catat semua pemasukan, baik dari uang saku, kerja part-time, atau freelance. Jangan lupa juga tulis semua pengeluaran, sekecil apa pun. Dengan begitu, kamu bisa melihat pola ke mana uangmu “mengalir” dan mulai mengurangi hal-hal yang kurang penting. Aplikasi pencatat keuangan atau spreadsheet sederhana bisa jadi penyelamat untuk melacak pengeluaran.
2. Anggaran Fleksibel, Bukan Kaku: Terapkan Metode 50/30/20
Membuat anggaran keuangan tidak harus rumit. Metode 50/30/20 bisa jadi panduan: 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transportasi, tagihan), 30% untuk keinginan (nongkrong, belanja, hiburan), dan 20% untuk tabungan atau investasi. Jika penghasilanmu belum stabil, mulai saja dengan nominal kecil, misalnya Rp10.000 per hari. Konsistensi lebih penting daripada nominal besar yang sulit dipertahankan.
3. Pisahkan Rekening Tabungan dari Uang Harian
Supaya tidak tergoda memakai uang tabungan, pisahkan rekeningnya. Begitu menerima uang, langsung transfer sebagian ke rekening khusus tabungan. Jika bank menyediakan fitur auto-debit, aktifkan agar tabungan otomatis terisi tanpa harus berpikir dua kali. Cara ini seperti “memaksa” dirimu sendiri menabung tanpa terasa berat.
4. Lawan FOMO: Tidak Semua Tren Harus Diikuti
Media sosial sering membuat kita merasa ketinggalan jika tidak ikut tren. Tapi ingat, membeli barang viral atau nongkrong di tempat hits bukanlah kewajiban. Belajar berkata “tidak” pada belanja impulsif atau ajakan nongkrong mahal adalah bentuk self-love yang sesungguhnya. Teman yang baik akan mengerti ketika kamu sedang memilih hidup hemat.
5. Promo Itu Senjata, Bukan Perangkap
Promo memang menggiurkan, tapi jangan sampai jadi jebakan. Selalu tanyakan pada diri sendiri: “Apakah aku benar-benar butuh ini, atau cuma tergoda diskon?” Gunakan promo untuk belanja kebutuhan yang memang sudah direncanakan sebelumnya, bukan sebagai alasan menambah pengeluaran.
Jika ingin mencoba investasi, pastikan platform yang dipilih sudah terdaftar di OJK agar lebih aman. Ingat, pahami risikonya sebelum terjun. Tidak perlu langsung bermimpi kaya, yang penting kamu punya kesadaran finansial sejak muda.
Di tengah tantangan ekonomi ini, kemampuan menabung adalah bentuk kendali diri yang wajib dimiliki Gen Z. Kamu tidak perlu punya tabungan besar dalam waktu singkat. Mulai dari Rp10.000 pun sudah langkah maju untuk masa depan. Menabung bukan soal jumlah, tapi soal komitmen untuk melindungi diri dari masa depan yang penuh ketidakpastian.

