JAKARTA: Di tengah badai PHK dan lapangan kerja yang makin menyempit, jutaan orang berlomba mengirimkan lamaran demi satu posisi yang diperebutkan ratusan pelamar lain. Rasanya seperti mengejar peluang yang terus menjauh. Tapi di balik keterbatasan itu, ada satu pertanyaan penting yang jarang diajukan: mengapa terus mencari, jika kita bisa mulai menciptakan sendiri?
Menjadi pencipta kerja bukan berarti langsung membuka perusahaan besar. Justru, banyak pengusaha sukses hari ini memulai dari hal paling sederhana—memasak dari dapur rumah, menjahit dari kamar kos, atau menjual keahlian lewat internet. Yang dibutuhkan bukan modal besar, tapi keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus belajar.
Lihat sekeliling Anda. Banyak peluang tersembunyi di balik kebutuhan sehari-hari. Apakah di lingkungan Anda banyak orang sibuk yang butuh katering? Apakah anak-anak tetangga kesulitan mencari guru les? Atau apakah ibu-ibu di kompleks ingin beli sayur segar tanpa harus ke pasar? Di situlah benih-benih usaha kecil bisa tumbuh.
Internet kini menjadi jembatan besar untuk memperluas jangkauan. Anda tak perlu ruko atau baliho mahal. Gunakan Instagram untuk membangun branding visual, manfaatkan TikTok untuk menceritakan proses produksi atau testimoni pelanggan secara jujur dan kreatif. Dan dengan marketplace seperti Shopee atau Tokopedia, Anda bisa menjual produk langsung ke pelanggan tanpa harus repot membuka toko fisik.
Yang terpenting adalah keberanian untuk gagal. Gagal dalam usaha bukan aib—justru itu guru terbaik. Dari kesalahan, kita belajar cara mengelola uang, memahami pasar, bahkan membentuk mental yang lebih kuat. Banyak yang rugi, ditipu, bahkan bangkrut sebelum akhirnya sukses. Bedanya, mereka tidak berhenti di situ.
Dan ingat, Anda tidak harus berjalan sendirian. Di masa sulit, kolaborasi lebih penting dari kompetisi. Bangun komunitas, cari teman dengan keahlian berbeda, dan saling bantu. Seseorang menjual, yang lain memproduksi, satunya lagi promosi—maka terbentuklah tim kecil yang kuat.
Menjadi pekerja itu mulia. Tapi menjadi pencipta yang bisa membuka peluang bagi orang lain, adalah langkah lebih besar yang layak diperjuangkan.
Kini saatnya berhenti menunggu lowongan. Saatnya membuka “pintu” sendiri. Karena dalam setiap krisis, selalu ada ruang bagi mereka yang berani melihat dari sudut pandang berbeda.

